E.T.
(The story of ALIEN) Part 3
Siang ini jadwal Theo untuk berkomunikasi dengan ALFALINK
peliharaannya, Theo hampir lupa untuk menghubungi ALFALINK kepunyaanya yang
diberi nama JACK. Makhluk hijau
peliharaan Theo ini memiliki sifat yang cukup menyebalkan, namun terkadang lucu
juga. Nama Jack itu pun dimintanya sendiri pada Theo setelah makhluk tersebut
menonton film TITANIC di dunia manusia.
Dia merasa bahwa dia memang setampan Leonardo D’caprio.
Theo menekan beberapa digit angka pada smart watch yang
digunakannya, kemudian muncul pancaran sinar yang membentuk pencitraan tiga
dimensi di hadapannya, muncul lah makhluk hijau cebol di hadapannya. Jack
tampak menggunakan topi cowboy & kaca mata hitam ntah darimana makhluk itu
memperolehnya, dan terlihat tidak siap untuk berkomunikasi dengan Theo. Raut
wajahnya tampak shock dan segera men-setnya menjadi mimic muka serius.
“Theo, kenapa tiba-tiba memanggilku? Aku sedang sibuk
bermain..”
“Hai Jack.. Aku ingin bercerita, sekarang aku punya 2 teman
baru.”
“Siapa? Bukannya kau baru beberapa hari saja di dunia
manusia? Apa mereka ALIEN? Atau manusia? Kau harus berhati-hati Theo! Jangan
terlalu cepat membuat kesalahan di dunia, aku masih suka bermain disini. Aku
tidak mau kau cepat dideportasi! Makanan di dunia enak-enak, banyak gadis
cantik disini. Aku merasa ketampananku sekarang bertambah sejak ada di dunia
Theo. Jangan pandangi aku begitu, aku sudah tahu aku memang tampan..”
“Hei.. Jack! Kau bertanya namun banyak sekali berbicara.
Seharusnya aku yang membuat laporan bukan kamu!” sahut Theo dengan sedikit
kesal dengan peliharaannya ini.
“Baiklah Tuan ku. Lanjutkan ceritamu..”
“Temanku yang pertama bernama Elios, dia sepertinya ALIEN
yang punya pengetahuan seni puisi yang hebat. Temanku yang kedua bernama Thor,
dia ALIEN yang kuat dan seni yang kreatif”
“Thor?”
“Iyah, Thor. Kenapa? Apa kau mengenalnya Jack?”
“Hmm..Ntahlah mungkin namanya familiar, karena mirip tokoh
komic. Aku sudah menjadi peliharaan mu selama hampir 200 Abad Theo, sangat
banyak nama yang harus aku ingat. Kapasitas otak ALFALINK tidak sehebat kalian
para ALIEN tuan kami.”
“200 Abad? Bukankah umurku belum sepanjang itu Jack? Berati
aku sudah mengalami masa daur ulang?” Theo terkejut dan spontan menanyakan
kejanggalan itu pada Jack.
Makhluk hijau itu hanya terdiam dan
berpura-pura tidak mendengar pertanyaan Theo, Jack segera memutuskan
komunikasinya dengan Theo. Sungguh peliharaan yang menyebalkan! Gumam Theo
sembari mencoba memanggil Jack kembali, namun tetap tidak ada jawaban.
**********
Tok..Tok..
Suara jendela kamar Theo
terdengar diketuk seseorang dari luar. Theo segera mengeceknya, ternyata benar
ada seseorang di luar.
“Apa yang kau lakukan kemari
Thor? Bukankah pertemuannya nanti malam?” ucap Theo dengan Telephaty terhadap
Thor di luar sana. Laki-laki itu tidak menjawab telephaty Theo namun hanya
menggerakkan tangannya sebagai isyarat supaya Theo menyusulnya keluar.
Theo berjalan keluar menyusul
Thor.
“Aku mau mengajakmu pergi ke
suatu tempat yang seru Theo..” ucap Thor ketika Theo ada di hadapannya
sekarang.
“Kemana?”
“Ikut saja denganku, kamu pasti
suka.”
“Sebentar Thor..” Theo melihat
sesuatu yang tergeletak di pintu rumahnya. Gadis itu mengambilnya.
“Ini dari kamu Thor?” tanya Theo.
Namun Thor menggeleng dan tampak penasaran juga dengan box yang kini ada di
tangan Theo.
Theo
membuka box itu, ternyata isinya adalah mini dress berwarna merah, dan selembar
surat di atas dress itu.
***********
E.T.
Gunakan
ini nanti malam ketika datang ke tempatku bekerja!
************
“Hmm.. Sepertinya EL tahu kamu
belum punya gaun untuk party Theo.” Ucap Thor dengan senyum.
“Party?” Theo menyahut dengan
ekspresi bingung.
“Yup. Sudahlah, nanti juga kamu
mengerti. Ayo sekarang ikut aku pergi. Nanti malam, aku antar kau ke tempat
Elios bekerja.”
Theo
kemudian menuruti Thor untuk pergi bersamanya, ntah kemana. Kali ini Theo
mencoba naik kendaraan buatan manusia yang disebut mobil. Ini pertama kalinya
Theo menaiki mobil, dia merasa kendaraan ini hanya kotak sempit yang
membosankan. Hingga Thor menghidupkan playlist MP3 di mobilnya. Terdengar
alunan music Classic opera dari playlist Thor. Theo tersenyum sepertinya Thor
tahu Theo bosan berada di dalam mobil, Thor membaca pikiran Theo, kemudian
menyetel music yang disukai gadis itu untuk mengurangi kebosanan. Theo tahu
benar Thor tidak mungkin menyukai genre music classic opera seperti ini, hanya
untuk menyenangkan Theo laki-laki itu memutarnya. Thor memang ALIEN yang
pengertian gumam Theo.
*********
“Kamu lihat harimau itu Theo?”
ucap Thor sembari menunjuk harimau yang berada jauh di depan mereka. Yup, Thor
mengajak Theo ke kebun binatang.
Mereka berada di sisi dalam ruang
show, dibatasi kaca tebal sebagai pengaman.
“Yup. Sepertinya hewan itu memang
ganas.” Sahut Theo antusias memperhatikan species karnivora di hadapannya.
“Apa kau pernah berpikir Theo,
mengapa bangsa kita selalu sembunyi-sembunyi ketika berada di dunia. Atau
bahkan kita hanya meneropong manusia dari kejauhan?”
“Yup, aku kadang berpikir seperti
itu Thor. Kenapa bangsa kita seperti itu?” sahut Theo sembari menengok
laki-laki yang berdiri disebelahnya. Thor tersenyum, kemudian menunjuk harimau
itu lagi.
“Karena manusia kurang lebih sama
ganasnya dengan harimau itu Theo. Lihat posisi kita sekarang terhadap harimau
itu. Kurang lebih sama dengan posisi kita ketika meneropong kegiatan manusia
dari galaksi kita?”
“Maksudmu?”
“Bangsa kita takut dengan manusia
Theo, sama seperti kita sekarang yang takut menjadi santapan harimau itu,
sehingga kita dibatasi kaca pengaman ini.” Ucap Thor sembari mengetuk kaca di
depan mereka.
“Manusia mau menjadikan bangsa
kita sumber makanan Thor?” tanya Theo mulai cemas, dan melihat ke sekitar
mereka berdua sekarang banyak manusia yang mengunjungi kebun binatang itu juga.
“Hahaha..Bukan seperti itu
Theo..” Thor tertawa kemudian menggandeng Theo pergi dari tempat show harimau
dan duduk di sebuah bangku.
“Kamu tahu, sifat bangsa kita
cinta damai? Berbeda dengan manusia, mereka memiliki ambisi dan emosi Theo.
Mereka bahkan bisa melakukan apa pun untuk mencapai ambisi mereka. Kamu juga
pasti tahu meski kita immortal, kita tidak berkembang biak Theo. Jumlah kita
selalu stabil. Berbeda dengan manusia, umur mereka tidak sepanjang kita, namun
mereka berkembang biak, populasi mereka semakin banyak, bahkan bisa menguasai
galaksi dan menyingkirkan kita bangsa ALIEN. Itulah, yang menyebabkan bangsa
kita perlu rutin research dan mengawasi kegiatan para manusia.”
“Lalu sampai kapan kita harus
bersembunyi dari para manusia Thor?” tanya Theo yang kini mulai mengerti dengan
penjelasan Thor.
“Hingga manusia berhasil membuat
kendaraan yang memiliki kecepatan cahaya, itulah saatnya bangsa kita
menampakkan diri, dan mengatasi kebrutalan mereka Theo. Sekarang kita tidak
perlu melakukan tindakan apa pun, kita hanya perlu menambah pengetahuan kita di
dunia manusia. Hidup berdampingan dengan mereka dan menikmati massa kita di
sini, seperti sekarang.” Jawab Thor
kemudian mengajak Theo berjalan kembali menaiki mobil lalu pulang.
“Itu Elios?” Ucap Theo kaget
melihat EL ada di atas kerumunan manusia yang sedang berpesta. Ternyata
pekerjaan Elios adalah DJ. Suara music EDM yang di set oleh Elios terdengar
meriah menghentak, dilengkapi sorot lampu warna-warni di atas mereka, ruangan gelap
dengan hiruk pikuk orang melantai berdesakkan sungguh membuat Theo merasa
kurang nyaman. Gadis itu bukan tipikal penyuka party dan music EDM. Theo
menyukai music classic opera yang berirama lambat dan menenangkan jiwa.
Sepertinya Thor mengerti hal itu dan mengajak Theo keluar dari club itu.
“Kita tunggu EL disini saja yah
nona manis..” Ucap Thor sembari memberi Theo sebotol air mineral. Mereka
menunggu Elios selesai perform di sebuah mini market kecil di seberang club
tempat Elios bekerja.
“Hei.. Kalian sudah disini.”
Suara Elios mengalihkan pandangan Theo seketika. Tampak Elios sudah mengenakan jaket hoodienya
kembali, tidak seperti saat perform tadi. EL kemudian menarik kursi dan duduk
di sebelah Theo, memperhatikan gadis itu kemudian tersenyum.
“Kamu cantik dengan gaun merah
itu Theo.” Puji Elios kemudian bangkit dari tempat duduknya, tangannya memberi
isyarat kepada mereka berdua untuk meninggalkan tempat itu dan mengikutinya
pergi ke suatu tempat.
“Tempat ini lebih aman untuk kita..” ucap
elios kemudian dia tampak bersiap untuk berdebat lagi dengan Thor. Tangan
pemuda itu tampak mengepal menahan emosi.
Elios memilih tempat seperti
ruangan kosong yang cukup luas seperti gudang , dengan penerangan hanya 1
boklam lampu pijar. Dinding ruangan itu penuh dengan coretan tulisan pylox yang
random dan beberapa gambar gravity yang bagus.
“Apa kamu sudah cerita tentang
aku pada Theo, brengsek?” ucap Elios pada Thor dengan nada suara yang mulai
meninggi.
Thor tidak menjawab pertanyaan
EL, Thor hanya menggeleng. Kemudian berjalan menghampiri Theo. Laki-laki iu
kemudian menggandeng Theo dan membawanya mendekati Elios kembali.
“Kamu hanya perlu menceritakannya
langsung pada Theo, EL. Aku tidak akan terlalu ikut campur pada hidupmu.
Bukankan sejak hari itu, aku sudah berkata padamu? Aku pastikan aku tidak
mencampuri hidupmu terlalu dalam. Aku hanya mengawasimu.” Sahut Thor kemudian
pergi meninggalkan Elios dan Theo. Sebelum pergi Thor tersenyum dan mengirim
Telephaty pada Theo.
“Semua akan baik-baik saja,
sekarang kamu hanya perlu temani Elios, Theo..” suara Thor terdengar dalam
pikiran Theo. Gadis itu mengangguk tanda setuju.
Elios kemudian menggandeng tangan
Theo mengajaknya duduk di sebuah kursi tepat di bawah lampu boklam penerang
ruangan gudang. Elios melepas kupluk
hoodienya kemudian menatap Theo dan tersenyum. Senyum yang selalu berhasil
membuat Theo suka.
“Kamu pasti kaget dengan tempat
kerjaku yah Theo?” ucap EL sembari tertawa kecil melihat Theo yang masih
terlihat shock dengan suasana party.
“yup.. kamu DJ? Aku sekarang
paham kenapa kau suka mengasingkan diri di atap gedung kampus EL..”
“Kenapa?”
“Pasti kamu jenuh berada di
kerumunan manusia seperti tadi EL, kamu butuh waktu untuk tenang dan sendiri?”
“Yup.. kamu benar Theo. Aku butuh
ketenangan. Waktu untuk menyalurkan hobby ku menulis puisi juga.”
“Sebenarnya ada apa antara kamu
dan Thor, EL?”
“Aku manusia Theo.” Jawab Elios mengagetkan Theo. Gadis itu tidak
menyangka akan mendengar kalimat itu keluar dari bibir Elios.
Theo menjadi bingung, pantas saja
dia tidak bisa merasakan energy ALIEN di tubuh Elios. Energy yang dimiliki EL
berbeda. Pantas saja Thor mengawasi Elios, karena Elios adalah manusia. Tapi
bagaimana bisa, El terkadang bisa membaca pikiran Theo? Banyak pertanyaan yang
muncul di pikiran Theo saat ini.
“Aku manusia hybrid Theo..” ucap
Elios sekali lagi sembari meraih jemari tangan Theo.
“Hybrid? Bukankah itu hanya
mitos? Hanya legenda?” sahut Theo makin tidak percaya.
Hybrid adalah istilah untuk
menggambarkan suatu makhluk yang merupakan hasil percampuran antara manusia dan
ALIEN. Hybrid biasanya memiliki genetic dominan dalam tubuhnya, ntah itu
sebagai manusia atau sebagai ALIEN. Mereka bisa terbentuk dari hasil hubungan
antara manusia dengan ALIEN, dimana ALIEN tidak bisa berkembang biak, namun
manusia memiliki kemampuan untuk berkembang biak. Selama ini Theo hanya
mendengar keberadaan Hybrid sebagai mitos, tidak ada satu pun bukti otentik
yang menyebutkan keberadaan Hybrid. Mengapa Thor tidak melaporkan ini pada
galaksi? Mengapa Thor hanya mengawasi Elios? Theo semakin bingung.
“Yup, aku adalah Hybrid 80%
manusia, 20% ALIEN. Aku tidak immortal, namun aku memiliki sedikit kemampuan
INDIGO.” Sahut Elios masih sembari menggengam erat tangan tangan Theo.
Theo menjadi paham, mengapa EL
terkadang bisa membaca pikirannya,dan seakan tahu bahwa Theo merupakan sesuatu
yang berbeda dengan manusia biasa. Theo pun tidak bisa membaca pikiran Elios
karena laki-lai itu memiliki power sebagai Hybrid yang jauh lebih kuat dari
ALIEN biasa seperti Theo. Seharusnya Theo takut pada Elios, tapi ntah mengapa
gadis itu tidak takut. Theo justru merasa nyaman berada di dekat Elios. Theo
merespon genggaman tangan EL kemudian hanya terdiam memperhatikan laki-laki itu
dengan seksama.
“Aku yakin kamu kembali, dan
ternyata kamu memang kembali.. “ ucap Elios pada Theo.
Theo sebenarnya tidak paham
dengan apa yang diucapkan Elios, Theo hanya berusaha menenangkan Elios yang
terlihat sedih menceritakan jati dirinya yang sesungguhnya. Tidak banyak yang
bisa Theo lakukan, gadis itu hanya terdiam dan menunggu Elios bisa lebih
stabil. Malam ini menjawab sebagian pertanyaan di benak Theo, masih banyak
pertanyaan yang belum berhasil terjawab. Dia hanya berharap waktu akan
membimbingnya menemukan semua rasa penasarannya. Theo tidak akan merubah
sikapnya pada Elios, dia menganggap EL adalah istimewa. Bukan sesuatu yang
harus dihindari atau ditakuti. Padahal Theo tahu benar apa konsekuensi yang
harus dia tanggung bila, hubungannya dengan bangsa manusia, bahkan bangsa
Hybrid bisa diketahui galaksinya. Tapi,
Theo tetap memilih untuk menemani Elios malam ini dan seterusnya..
Bersambung…