Rabu, 05 April 2017

Hei..Pacar baru mantan gue, please kita bukan musuh! Semua bisa dibicarakan baik-baik..




Tidak saling kenal tapi dimusuhi? Tidak pernah bertemu langsung namun konflik bathin. Pernahkan kalian mengalaminya? 

Kita bertemu dengan banyak orang di setiap harinya. Karakter tiap individu pun berbeda. Merujuk ke species yang bergelar “mantan” mungkin menjadi “momok” bagi sebagian orang, atau justru terlintas lagu Raisa yang berjudul “mantan terindah” disertai expresi senyum gagal memiliki. Hahaha.. Yup gagal memiliki. Arti gagal adalah setidaknya kita sudah berusaha untuk bertahan.

Ada dua alasan mengapa species mantan bisa menjadi momok atau justru mantan terindah.  

Pertama , kita putus dengan cara yang tidak baik/ kemauan kita sendiri. For examples; Dia selingkuh,Dia egois,Dia posesif, Dia matre, Dia pelit,Dia freak, Dia rada gila, atau Dia berubah jadi LGBT* (untuk contoh terakhir sekarang lagi hits).

Kedua,kita putus dengan cara baik-baik/ bukan kemauan kita. For examples; Ortu gak setuju, Beda iman, Beda visi misi, Beda dunia* (jadi inget film GHOST Demi Moore dengan adegan bikin kendi tanah liat.. lupakanlah..).

Tapi bagi gue mantan apa pun alasan bubarnya, harus tetap menjadi teman. Gue gak mau punya musuh, dendam kesumat atau sejenisnya. Gue berusaha menjaga hubungan baik, sejahat apa pun dia sama gue. Gue akan berusaha tetap baik. But, ternyata niat baik tidak selalu sejalan dengan hasil yang diraih. Kenyataannya gue sering banget dimusuhi oleh pacar baru mantan gue. Apa yang salah? Gue jadi bingung sendiri. Well, padahal hidup terus berjalan, gue sudah melanjutkan hidup, gue pun bahkan sudah punya suami sekarang.

1. Apa karena wajah gue memang bukan tipikal wajah peri baik hati? 

Dari zaman SMA tiap ada drama di sekolah, pasti gue dapet peran antagonis. Sebangsa bawang merah, nenek sihir dll. Tapi seseorang bukan hanya dinilai dari penampakan wajah bukan? Hei.. ini pembunuhan karakter yang sesungguhnya bagi gue. Banyak di luar sana orang jahat yang wajahnya innocent. Pelajaran buat kita, jangan menilai sesuatu dari kemasan. Jika ingin tahu lebih dalam pelajari juga apa isinya. Hei.. Pacar baru mantan gue!  Mungkin kalian belum kenal gue, please jangan cuma lihat tampang. Mungkin tipikal wajah gue kelihatan jahat, tapi beneran deh gue gak ada maksud gangguin your boy friend, gak minat, gak ada cita-cita jadi palakor juga. Mendingan sebelum men-judge gue, kita temanan dulu, boleh? Setidaknya dengan menjadi teman kalian tahu gimana sebenarnya karakter gue.

2. Apa kebaikan terhadap mantan selalu berbanding lurus dengan masih ada “feel”?

Menurut gue itu keliru, gak semua orang baik itu karena “ada udang di balik bakwannya”. Bisa jadi memang dari orok dia di-didik orang tuanya untuk selalu bersikap baik dengan orang lain. Waspada boleh, tapi janganlah jadi orang yang paranoid. Paranoid (bahasa Yunani Kuno: παράνοια, paranoia) adalah gangguan mental yang diderita seseorang yang meyakini bahwa orang lain ingin membahayakan dirinya. Dikatakan sebagai bentuk gangguan bila perilaku tersebut sifatnya irasional, menetap, mengganggu, dan membuat stress (Wikipedia). Ketika menjadi orang yang selalu berpikiran negatif terhadap kebaikan orang lain, kalian akan jadi orang yang selalu repot sendiri, susah tidur, depresi, gangguan kehamilan & janin* (serius ini bukan iklan rokok). Dan yang perlu digarisbawahi, “Feelings may be replaced, but memories will stay the same” yang artinya perasaan itu bisa berubah, tapi kenangan akan tetap ada pada tempatnya. Sekeras apa pun usaha kalian untuk merubah perasaan pacar kalian terhadap gue, kenangan itu akan tetap ada pada tempatnya. Gue sendiri pun juga gak punya daya kekuatan untuk menghapus memori itu dari dia. Hadapi dengan dewasa, semua orang punya kenangannya masing-masing bukan?

3. Apa gue pernah menantang kalian untung bersaing?

Persaingan itu bagus, kita bisa menjadi terpacu menjadi lebih baik ketika bersaing. Tapi siapa yang mengajak kalian bersaing? Apa keuntungannya? Jika tidak ada, sebaiknya pikirkan lagi apa motivasi kalian untuk bersaing. Ketika kalian membenci, memusuhi orang, otomatis apa pun yang dilakukan orang itu akan tampak menyebalkan. Semua menjadi serba salah. Otak akan merespon, sehingga kalian akan berusaha “tampil” lebih baik dari sang rival. Tapi itu semua bukan niatan kalian sendiri, namun lebih dari rasa obsesi tidak mau terkalahkan. Kita boleh menjadikan orang lain menjadi inspirasi, namun salah ketika kita tidak mengakuinya atau justru menjelek-jelekannya di belakang. Orang itu mungkin tidak tahu kalian menggosipinya, tapi kenyataannya kalian hanya menjadi orang yang kehilangan jati diri ketika sibuk mengejar “kebaikan yang semu”.

Kalian tidak akan pernah bisa merubah masa lalu, kalian hanya bisa memperbaiki masa depan dengan perencanaan yang matang. Pada akhirnya kalian akan tahu, rasa benci, dengki kalian terhadap gue adalah hal yang percuma. Gue tetap menjalani hidup gue tanpa memperhitungkan kalian sebagai sesuatu yang penting. Sebaliknya jika kalian mencoba untuk berteman dengan gue, mungkin kita bisa menjadi partner yang cocok. Bukankan orang yang kalian cintai sekarang, sudah pernah gue cintai juga dulu. Itu artinya sedikit banyak gue tahu banyak informasi tentang ‘DIA’ yang mungkin kalian ingin tahu. Cobalah berpikir jernih, karena mempunyai “TEMAN” itu lebih menyenangkan daripada mempunyai “MUSUH”.

******

Minggu, 02 April 2017

Teruntuk mantan kekasih suamiku dulu,,




Mungkin kita tak saling mengenal,

Terima kasih,.

Terima kasih sudah pernah member warna di hidup suamiku dulu. Tanpa kalian, mungkin suamiku tidak menjadi dia yang sekarang. Dia yang sekarang adalah orang yang paham bagaimana memperlakukan wanita dengan baik. Mungkin aku beruntung dipertemukan dengan dia yang sekarang. Dia yang sekarang adalah orang yang paham bagaimana menghadapi wanita yang menangis. Dia juga paham pemikiran wanita itu istimewa & rumit.

Lewat ceritanya aku pun tahu.. Dari sebuah kesalahan di masa lalu, kita bisa belajar untuk memperbaiki kehidupan di masa depan. Dia bukan orang yang suka bercerita.. Egoku memaksanya untuk bercerita tentang kalian satu per satu.. Awalnya aku pikir itu menyenangkan, namun ternyata tanpa sengaja aku sudah membuka luka lama yang mungkin dengan susah payah coba dia lupakan. Aku jahat. Aku lupa laki-laki dan wanita itu berbeda dalam pola pikir. Wanita mudah untuk bercerita tentang masa lalunya, itu bisa membuat wanita merasa lebih baik. Sedangkan laki-laki cenderung menyimpan cerita itu untuk melanjutkan kehidupan barunya. Darinya aku belajar, dalam hidup kita tidak boleh putus asa, parade patah hati adalah hal yang biasa kalau kita sudah terbiasa dan terus berusaha.

Aku tidak menyalahkan kalian, justru aku berterima kasih. Jika kalian tidak memutuskan hubungan dengannya kala itu. Dia tidak akan jadi suamiku.

Darinya aku tahu. Ada diantara kalian yang jadi cinta pandangan pertamanya. Mungkin aku bukan cinta pandangan pertamanya, kita dekat melalui proses panjang. Tapi dari itu aku belajar, apa yang istimewa dari cinta pandangan pertama? Cinta pandangan pertama biasanya muncul dari rasa kagum, terpesona dari hal-hal yang masuk di rangkaian Checklist criteria yang diidamkan seseorang dalam pola pikirnya Aku berusaha menjadi cinta pandangan pertamanya untuk setiap hari, aku berusaha keras mencari tahu apa saja hal-hal yang dia sukai. Aku berusaha bisa mencapai setidaknya setengah checklist yang mungkin ada di pikirannya.

Diantara kalian ada yang berprofesi sebagai seorang dokter. Apa dayaku? Aku seorang sarjana pertanian. Aku tidak hilang akal, aku berusaha setidaknya tahu dasar-dasar ilmu kesehatan, mempelajari obat-obatan yang mungkin dia butuhkan berdasarkan riwayat kesehatan yang dia ceritakan. Setidaknya ketika dia sakit, aku bisa merawatnya dengan baik.

Diantara kalian juga ada yang masih sangat muda. Hal istimewa dari orang yang berusia muda adalah mereka ceria & tahu bagaimana caranyanya menikmati hidup. Aku pun berusaha untuk selalu ceria dan memberi energi untuknya. Traveling adalah salah satu caraku membuatnya lebih santai, menikmati hidup. Awalnya dia bukan tipe orang yang suka traveling. Sejak dekat denganku, ada kegiatan rutin yang semakin mengakrabkan kita yaitu traveling bersama.

Diantara kalian juga ada yang berprofesi sebagai penari, bahkan sudah di kelas internasional. Apa dayaku? Senam sajojo & SKJ saja masih kaku. Aku tidak hilang akal, setidaknya aku masih bisa kreatif di bidang seni yang lain. Aku suka masak, aku suka membuat kerajinan tangan & aku suka bermain gitar. Mungkin itu bisa menyeimbangkan kekuranganku dalam hal tari.

Diantara kalian juga ada yang berprofesi sebagai pramugari, mungkin sudah hampir keliling dunia. Apa dayaku? Daerah wisata di dalam negeri saja belum semua kujelajahi. Tapi aku punya ide lain, aku menjadikan dia sebagai “duniaku” , aku bisa berada di dekatnya itu sudah cukup. Aku & dia bisa sama-sama berkhayal tentang cita-cita & keliling dunia bersama-sama nanti. Kemudian berusaha mencapai semua cita-cita & khayalan itu untuk menjadi nyata.

Aku berusaha keras, tapi bukan terobsesi untuk menjadi seperti kalian. Aku cuma belajar , dan kalian jadi inspirasi untukku menjadi lebih baik. Aku tetap menjadi pribadi ku sendiri. Dengan semua kekurangan dan keunikan ku sendiri.

Mungkin suatu saat kita bisa menjadi teman. Sekali lagi terima kasih sudah menjaga & merawat suamiku dulu. Terima kasih juga sudah mematahkan hatinya. Kemudian takdir itu membawaku untuk menyembuhkan luka hatinya sebagai isterinya sekarang. Aku bahagia bisa datang di waktu yang tepat.