Jumat, 02 Juni 2017

E.T. (The story of ALIEN) Part 3




E.T.
(The story of ALIEN) Part 3

Siang ini jadwal Theo untuk berkomunikasi dengan ALFALINK peliharaannya, Theo hampir lupa untuk menghubungi ALFALINK kepunyaanya yang diberi nama JACK. Makhluk hijau peliharaan Theo ini memiliki sifat yang cukup menyebalkan, namun terkadang lucu juga. Nama Jack itu pun dimintanya sendiri pada Theo setelah makhluk tersebut menonton film TITANIC di dunia manusia.  Dia merasa bahwa dia memang setampan Leonardo D’caprio. 

Theo menekan beberapa digit angka pada smart watch yang digunakannya, kemudian muncul pancaran sinar yang membentuk pencitraan tiga dimensi di hadapannya, muncul lah makhluk hijau cebol di hadapannya. Jack tampak menggunakan topi cowboy & kaca mata hitam ntah darimana makhluk itu memperolehnya, dan terlihat tidak siap untuk berkomunikasi dengan Theo. Raut wajahnya tampak shock dan segera men-setnya menjadi mimic muka serius.  

“Theo, kenapa tiba-tiba memanggilku? Aku sedang sibuk bermain..”
“Hai Jack.. Aku ingin bercerita, sekarang aku punya 2 teman baru.”
“Siapa? Bukannya kau baru beberapa hari saja di dunia manusia? Apa mereka ALIEN? Atau manusia? Kau harus berhati-hati Theo! Jangan terlalu cepat membuat kesalahan di dunia, aku masih suka bermain disini. Aku tidak mau kau cepat dideportasi! Makanan di dunia enak-enak, banyak gadis cantik disini. Aku merasa ketampananku sekarang bertambah sejak ada di dunia Theo. Jangan pandangi aku begitu, aku sudah tahu aku memang tampan..”
“Hei.. Jack! Kau bertanya namun banyak sekali berbicara. Seharusnya aku yang membuat laporan bukan kamu!” sahut Theo dengan sedikit kesal dengan peliharaannya ini.
“Baiklah Tuan ku. Lanjutkan ceritamu..”
“Temanku yang pertama bernama Elios, dia sepertinya ALIEN yang punya pengetahuan seni puisi yang hebat. Temanku yang kedua bernama Thor, dia ALIEN yang kuat dan seni yang kreatif”
“Thor?”
“Iyah, Thor. Kenapa? Apa kau mengenalnya Jack?”
“Hmm..Ntahlah mungkin namanya familiar, karena mirip tokoh komic. Aku sudah menjadi peliharaan mu selama hampir 200 Abad Theo, sangat banyak nama yang harus aku ingat. Kapasitas otak ALFALINK tidak sehebat kalian para ALIEN tuan kami.”
“200 Abad? Bukankah umurku belum sepanjang itu Jack? Berati aku sudah mengalami masa daur ulang?” Theo terkejut dan spontan menanyakan kejanggalan itu pada Jack.
Makhluk hijau itu hanya terdiam dan berpura-pura tidak mendengar pertanyaan Theo, Jack segera memutuskan komunikasinya dengan Theo. Sungguh peliharaan yang menyebalkan! Gumam Theo sembari mencoba memanggil Jack kembali, namun tetap tidak ada jawaban.

                                                                         **********

Tok..Tok..
Suara jendela kamar Theo terdengar diketuk seseorang dari luar. Theo segera mengeceknya, ternyata benar ada seseorang di luar.
“Apa yang kau lakukan kemari Thor? Bukankah pertemuannya nanti malam?” ucap Theo dengan Telephaty terhadap Thor di luar sana. Laki-laki itu tidak menjawab telephaty Theo namun hanya menggerakkan tangannya sebagai isyarat supaya Theo menyusulnya keluar.
Theo berjalan keluar menyusul Thor.
“Aku mau mengajakmu pergi ke suatu tempat yang seru Theo..” ucap Thor ketika Theo ada di hadapannya sekarang.
“Kemana?”
“Ikut saja denganku, kamu pasti suka.”
“Sebentar Thor..” Theo melihat sesuatu yang tergeletak di pintu rumahnya. Gadis itu mengambilnya.
“Ini dari kamu Thor?” tanya Theo. Namun Thor menggeleng dan tampak penasaran juga dengan box yang kini ada di tangan Theo.
Theo membuka box itu, ternyata isinya adalah mini dress berwarna merah, dan selembar surat di atas dress itu.
                                                                          ***********
E.T.
Gunakan ini nanti malam ketika datang ke tempatku bekerja!

                                                                         ************
“Hmm.. Sepertinya EL tahu kamu belum punya gaun untuk party Theo.” Ucap Thor dengan senyum.
“Party?” Theo menyahut dengan ekspresi bingung.
“Yup. Sudahlah, nanti juga kamu mengerti. Ayo sekarang ikut aku pergi. Nanti malam, aku antar kau ke tempat Elios bekerja.”

Theo kemudian menuruti Thor untuk pergi bersamanya, ntah kemana. Kali ini Theo mencoba naik kendaraan buatan manusia yang disebut mobil. Ini pertama kalinya Theo menaiki mobil, dia merasa kendaraan ini hanya kotak sempit yang membosankan. Hingga Thor menghidupkan playlist MP3 di mobilnya. Terdengar alunan music Classic opera dari playlist Thor. Theo tersenyum sepertinya Thor tahu Theo bosan berada di dalam mobil, Thor membaca pikiran Theo, kemudian menyetel music yang disukai gadis itu untuk mengurangi kebosanan. Theo tahu benar Thor tidak mungkin menyukai genre music classic opera seperti ini, hanya untuk menyenangkan Theo laki-laki itu memutarnya. Thor memang ALIEN yang pengertian gumam Theo.

                                                              *********

“Kamu lihat harimau itu Theo?” ucap Thor sembari menunjuk harimau yang berada jauh di depan mereka. Yup, Thor mengajak Theo ke kebun binatang. 

Mereka berada di sisi dalam ruang show, dibatasi kaca tebal sebagai pengaman.
“Yup. Sepertinya hewan itu memang ganas.” Sahut Theo antusias memperhatikan species karnivora di hadapannya.
“Apa kau pernah berpikir Theo, mengapa bangsa kita selalu sembunyi-sembunyi ketika berada di dunia. Atau bahkan kita hanya meneropong manusia dari kejauhan?”
“Yup, aku kadang berpikir seperti itu Thor. Kenapa bangsa kita seperti itu?” sahut Theo sembari menengok laki-laki yang berdiri disebelahnya. Thor tersenyum, kemudian menunjuk harimau itu lagi.
“Karena manusia kurang lebih sama ganasnya dengan harimau itu Theo. Lihat posisi kita sekarang terhadap harimau itu. Kurang lebih sama dengan posisi kita ketika meneropong kegiatan manusia dari galaksi kita?”
“Maksudmu?”
“Bangsa kita takut dengan manusia Theo, sama seperti kita sekarang yang takut menjadi santapan harimau itu, sehingga kita dibatasi kaca pengaman ini.” Ucap Thor sembari mengetuk kaca di depan mereka.
“Manusia mau menjadikan bangsa kita sumber makanan Thor?” tanya Theo mulai cemas, dan melihat ke sekitar mereka berdua sekarang banyak manusia yang mengunjungi kebun binatang itu juga.
“Hahaha..Bukan seperti itu Theo..” Thor tertawa kemudian menggandeng Theo pergi dari tempat show harimau dan duduk di sebuah bangku.
“Kamu tahu, sifat bangsa kita cinta damai? Berbeda dengan manusia, mereka memiliki ambisi dan emosi Theo. Mereka bahkan bisa melakukan apa pun untuk mencapai ambisi mereka. Kamu juga pasti tahu meski kita immortal, kita tidak berkembang biak Theo. Jumlah kita selalu stabil. Berbeda dengan manusia, umur mereka tidak sepanjang kita, namun mereka berkembang biak, populasi mereka semakin banyak, bahkan bisa menguasai galaksi dan menyingkirkan kita bangsa ALIEN. Itulah, yang menyebabkan bangsa kita perlu rutin research dan mengawasi kegiatan para manusia.”
“Lalu sampai kapan kita harus bersembunyi dari para manusia Thor?” tanya Theo yang kini mulai mengerti dengan penjelasan Thor.
“Hingga manusia berhasil membuat kendaraan yang memiliki kecepatan cahaya, itulah saatnya bangsa kita menampakkan diri, dan mengatasi kebrutalan mereka Theo. Sekarang kita tidak perlu melakukan tindakan apa pun, kita hanya perlu menambah pengetahuan kita di dunia manusia. Hidup berdampingan dengan mereka dan menikmati massa kita di sini, seperti sekarang.”  Jawab Thor kemudian mengajak Theo berjalan kembali menaiki mobil lalu pulang.

                                                                 ************

“Itu Elios?” Ucap Theo kaget melihat EL ada di atas kerumunan manusia yang sedang berpesta. Ternyata pekerjaan Elios adalah DJ. Suara music EDM yang di set oleh Elios terdengar meriah menghentak, dilengkapi sorot lampu warna-warni di atas mereka, ruangan gelap dengan hiruk pikuk orang melantai berdesakkan sungguh membuat Theo merasa kurang nyaman. Gadis itu bukan tipikal penyuka party dan music EDM. Theo menyukai music classic opera yang berirama lambat dan menenangkan jiwa. Sepertinya Thor mengerti hal itu dan mengajak Theo keluar dari club itu.
“Kita tunggu EL disini saja yah nona manis..” Ucap Thor sembari memberi Theo sebotol air mineral. Mereka menunggu Elios selesai perform di sebuah mini market kecil di seberang club tempat Elios bekerja.
“Hei.. Kalian sudah disini.” Suara Elios mengalihkan pandangan Theo seketika.  Tampak Elios sudah mengenakan jaket hoodienya kembali, tidak seperti saat perform tadi. EL kemudian menarik kursi dan duduk di sebelah Theo, memperhatikan gadis itu kemudian tersenyum.
“Kamu cantik dengan gaun merah itu Theo.” Puji Elios kemudian bangkit dari tempat duduknya, tangannya memberi isyarat kepada mereka berdua untuk meninggalkan tempat itu dan mengikutinya pergi ke suatu tempat.
 “Tempat ini lebih aman untuk kita..” ucap elios kemudian dia tampak bersiap untuk berdebat lagi dengan Thor. Tangan pemuda itu tampak mengepal menahan emosi.
Elios memilih tempat seperti ruangan kosong yang cukup luas seperti gudang , dengan penerangan hanya 1 boklam lampu pijar. Dinding ruangan itu penuh dengan coretan tulisan pylox yang random dan beberapa gambar gravity yang bagus.
“Apa kamu sudah cerita tentang aku pada Theo, brengsek?” ucap Elios pada Thor dengan nada suara yang mulai meninggi.

Thor tidak menjawab pertanyaan EL, Thor hanya menggeleng. Kemudian berjalan menghampiri Theo. Laki-laki iu kemudian menggandeng Theo dan membawanya mendekati Elios kembali.
“Kamu hanya perlu menceritakannya langsung pada Theo, EL. Aku tidak akan terlalu ikut campur pada hidupmu. Bukankan sejak hari itu, aku sudah berkata padamu? Aku pastikan aku tidak mencampuri hidupmu terlalu dalam. Aku hanya mengawasimu.” Sahut Thor kemudian pergi meninggalkan Elios dan Theo. Sebelum pergi Thor tersenyum dan mengirim Telephaty pada Theo.
“Semua akan baik-baik saja, sekarang kamu hanya perlu temani Elios, Theo..” suara Thor terdengar dalam pikiran Theo. Gadis itu mengangguk tanda setuju.
Elios kemudian menggandeng tangan Theo mengajaknya duduk di sebuah kursi tepat di bawah lampu boklam penerang ruangan gudang.  Elios melepas kupluk hoodienya kemudian menatap Theo dan tersenyum. Senyum yang selalu berhasil membuat Theo suka.
“Kamu pasti kaget dengan tempat kerjaku yah Theo?” ucap EL sembari tertawa kecil melihat Theo yang masih terlihat shock dengan suasana party.
“yup.. kamu DJ? Aku sekarang paham kenapa kau suka mengasingkan diri di atap gedung kampus EL..”
“Kenapa?”
“Pasti kamu jenuh berada di kerumunan manusia seperti tadi EL, kamu butuh waktu untuk tenang dan sendiri?”
“Yup.. kamu benar Theo. Aku butuh ketenangan. Waktu untuk menyalurkan hobby ku menulis puisi juga.”
“Sebenarnya ada apa antara kamu dan Thor, EL?”
“Aku manusia Theo.”  Jawab Elios mengagetkan Theo. Gadis itu tidak menyangka akan mendengar kalimat itu keluar dari bibir Elios.

Theo menjadi bingung, pantas saja dia tidak bisa merasakan energy ALIEN di tubuh Elios. Energy yang dimiliki EL berbeda. Pantas saja Thor mengawasi Elios, karena Elios adalah manusia. Tapi bagaimana bisa, El terkadang bisa membaca pikiran Theo? Banyak pertanyaan yang muncul di pikiran Theo saat ini.
“Aku manusia hybrid Theo..” ucap Elios sekali lagi sembari meraih jemari tangan Theo.
“Hybrid? Bukankah itu hanya mitos? Hanya legenda?” sahut Theo makin tidak percaya.

Hybrid adalah istilah untuk menggambarkan suatu makhluk yang merupakan hasil percampuran antara manusia dan ALIEN. Hybrid biasanya memiliki genetic dominan dalam tubuhnya, ntah itu sebagai manusia atau sebagai ALIEN. Mereka bisa terbentuk dari hasil hubungan antara manusia dengan ALIEN, dimana ALIEN tidak bisa berkembang biak, namun manusia memiliki kemampuan untuk berkembang biak. Selama ini Theo hanya mendengar keberadaan Hybrid sebagai mitos, tidak ada satu pun bukti otentik yang menyebutkan keberadaan Hybrid. Mengapa Thor tidak melaporkan ini pada galaksi? Mengapa Thor hanya mengawasi Elios? Theo semakin bingung.
“Yup, aku adalah Hybrid 80% manusia, 20% ALIEN. Aku tidak immortal, namun aku memiliki sedikit kemampuan INDIGO.” Sahut Elios masih sembari menggengam erat tangan tangan Theo.

Theo menjadi paham, mengapa EL terkadang bisa membaca pikirannya,dan seakan tahu bahwa Theo merupakan sesuatu yang berbeda dengan manusia biasa. Theo pun tidak bisa membaca pikiran Elios karena laki-lai itu memiliki power sebagai Hybrid yang jauh lebih kuat dari ALIEN biasa seperti Theo. Seharusnya Theo takut pada Elios, tapi ntah mengapa gadis itu tidak takut. Theo justru merasa nyaman berada di dekat Elios. Theo merespon genggaman tangan EL kemudian hanya terdiam memperhatikan laki-laki itu dengan seksama.
“Aku yakin kamu kembali, dan ternyata kamu memang kembali.. “ ucap Elios pada Theo.

Theo sebenarnya tidak paham dengan apa yang diucapkan Elios, Theo hanya berusaha menenangkan Elios yang terlihat sedih menceritakan jati dirinya yang sesungguhnya. Tidak banyak yang bisa Theo lakukan, gadis itu hanya terdiam dan menunggu Elios bisa lebih stabil. Malam ini menjawab sebagian pertanyaan di benak Theo, masih banyak pertanyaan yang belum berhasil terjawab. Dia hanya berharap waktu akan membimbingnya menemukan semua rasa penasarannya. Theo tidak akan merubah sikapnya pada Elios, dia menganggap EL adalah istimewa. Bukan sesuatu yang harus dihindari atau ditakuti. Padahal Theo tahu benar apa konsekuensi yang harus dia tanggung bila, hubungannya dengan bangsa manusia, bahkan bangsa Hybrid bisa diketahui galaksinya.  Tapi, Theo tetap memilih untuk menemani Elios malam ini dan seterusnya..

                                                                      ***********

Bersambung…



Tidak ada komentar:

Posting Komentar