Sayang sudah hampir satu tahun
kita berumah tangga. Mungkin ada banyak hal yang ingin kamu utarakan? Tapi
tidak tahu harus mulai dari mana untuk membuka cerita. Baiklah, istrimu yang cerewet
ini akan membuka cerita untukmu.
Aku mengenal kamu sebagai pribadi
sederhana versi invers dari kepribadian ku yang kompleks. Kamu laki-laki yang
membuka cakrawala pikiranku bahwa hidup memang tak adil, tapi itu semua
tergantung dari sisi mana kita menilai keadilan itu? Tak jauh dari sejauh mata
kita memandang sekitar. Tak lebih jauh dari abang tukang sayur yang keliling
kompleks menjajakan sayuran segarnya. Mengapa demikian? Kadang kita hanya
memiliki sudut pemikiran yang sempit tentang hidup.
Ketika jarak memisahkan orang
yang berpacaran mungkin menjadi ujian yang besar. Tapi di saat jarak memisahkan
orang yang sudah berumah tangga itu adalah pembuktian besar bahwa komitmen bisa
menjadi satu jawaban. Tidak ada hal yang tidak mungkin apabila itu sudah
menjadi keputusan kita bersama. Mungkin aku bukan Gal Gadot sang Wonder Woman
yang punya kekuatan super, setidaknya aku adalah istri yang tidak merepotkanmu
dengan banyak hal, tahu apa yang menjadi prioritas hidup. Istrimu akan berusaha
selalu kuat selama kita masih berjauhan. Bukan kuat secara fisik namun secara
hati dan pikiran, istrimu tahu siapa nama orang yang perlu disebut dalam
doa-doanya.
Sayang.. mungkin di luar sana
akan banyak godaan selama kita berjauhan. Tidak akan ada habisnya keindahan
yang diciptakan sang pencipta di dunia ini. Satu hal yang aku pastikan padamu,
pada dasarnya semua manusia itu sama. Memilik sisi gelap dan terang yang
seimbang. Bahkan sesuatu yang menjadi sumber cahaya sekalipun pasti memiliki
suatu sisi gelap yang mungkin tidak terlihat dari sisi kita sekarang. Tidak ada
manusia yang sempurna. Kamu akan selalu menemukan warna yang berbeda dari
pribadi yang lain, dan keputusan sesungguhnya ada di dirimu sendiri apa terus
mencari warna yang berbeda atau memahami keindahan warna yang sudah kamu miliki
sekarang.
Mungkin istrimu tidak bisa
mengontrol kebutuhanmu di tiap harinya. Mungkin hanya seminggu sekali? dua
minggu sekali? atau bahkan sebulan sekali? Ya begitulah resiko yang kita dapati
dari apa yang kita pilih sekarang. Tapi satu hal yang ingin aku sampaikan. Tangan
memang bisa meraih apa yang ada di dekatmu, apa saja yang ingin kamu sentuh.
Tapi ada hal yang tidak bisa kita sentuh dengan tangan. Hati lah yang menjadi
juara untuk menyentuh tapi tidak tersentuh. Mungkin aku tidak dekat secara
fisik denganmu setiap hari, namun hatiku tidak sedetik pun hilang dari ruang di
hatimu bukan? Hahaha.. istrimu ke-PDan. Awas saja jika jawabannya “tidak”…. *siap-siap
diomeli istri 24 sks!!
Teruntuk kamu laki-laki yang bisa
melengkapi hidupku. Ada daftar panjang target dan cita-cita yang sudah kita
rancang bersama. Jangan pernah lelah untuk selalu berbagi cerita. Semua bisa
kita hadapi bersama. Kita kuat selama kita yakin kita kuat. Bersama kita bisa!
Teruntuk kamu laki-laki yang
menyebalkan, super lelet, egois, tidak kreatif, tidak romantis kadang pelit
suka kentut. Istrimu yang ceroboh, super galak, cerewet, tidak sabaran, kadang
cengeng, rakus, makannya banyak. Akan selalu berusaha menjadi pribadi yang
lebih baik, bukan untuk kamu, bukan untuk aku, tapi untuk kebaikan kita bersama.
Aku mencintaimu.
Kebon
tebu, 18 Oktober 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar